Wednesday, 20 November 2019

Blogger, Pilihanku

Blogger, Pilihanku
Ini tulisan pertama untuk blog pribadiku. Dan saya lebih memilih platform blogspot, tentunya dengan berbagai alasan. Dan bukannya saya tidak familiar dengan platform gratisan lainnya semisal wordpress.

Pertama karena saya sudah terbiasa dengan blogspot, sejak saya mengenal platform website gratisan sekira tahun 2008. Kedua karena saya juga memiliki beberapa domain blogspot lainnya, diantaranya adalah bangsatkopi.blogspot.com.

Kenapa saya lebih memilih ngeblog?, padahal saya memiliki latar belakang cukup panjang sebagai jurnalis, serta; memiliki akun website media sosial di kompasiana.com. Inipun juga ada beberapa alasan, pertama sejak saya mulai mengerti yang disebut SEO (Search Engine Optimazer) hingga yang disebut dengan manfaat traffic blog dan tentunya Google Edsense. Maka, blogg dengan domain gratisan jadi pilihanku, tentu dengan harapan besar memperoleh manfaat hobbi menuangkan kondisi hati, ide dan gagasan kedalam tulisan.

baca juga Dukung Agnes Mo, Pilih Nella Kharisma

Sebenarnya ada tawaran untuk menulis di beberapa media online semacam Citizen Journalizem, serta saran untuk kembali ke media menjadi wartawan, namun hal itu tidak menarik bagi saya.
Apa yang akan saya tulis di blog ini?

Entahlah, tentang apa saja. Meski menurut para master blog, agar lebih cepat diterima Google Edsense maka tema blog harus satu niche. Apa itu, ditengah rendahnya kemampuan Bahasa Inggris, saya memahami kata Niche ini adalah tema pembahasan harus fokus satu topik. Tapi tidak apalah, yang penting saya mulai saja, soal cepat atau lambat diterima google edsense itu saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebab saya juga menganggap, dan ini juga menurut banyak orang maupun motivator, bahwa kebiasaan menulis bisa menjadi therapi mujarab untuk memperlambat kepikunan. Semoga.
Karena, daripada bawel di media sosial semisal Facebook, Twiter dan IG, mending saya nge-blog, guna melampiaskan syahwat nyinyir. Yang saat ini sembarang nyinyir juga rawan berurusan dengan aparat hukum untuk menjalankan UU ITE.

Yah, melalui blog inilah, yang jika InsyaAlloh nanti memiliki dana, pastinya akan saya belikan Domain dan Hosting, saya ingin menjaga keterampilan menulis sisa-sisa beberapa tahun menjadi wartawan. Yang saya pahami juga, bahwa menulis merupakan keterampilan yang tidak semua orang bisa mengerjakannya, sekalipun dia seorang mahasiswa, atau bahkan telah meraih gelar sarjana.

Menurut beberapa orang, untuk menghasilkan tulisan, mereka bingung harus memulai dari mana. Padahal segudang informasi sudah bersarang di kepalanya. Kadang saya menjawab pertanyaan itu, mulailah dengan mengetik, lanjutkan dengan mengetik, mengetik lagi dan terus mengetik hingga semua hal dalam kepalamu telah berubah wujud dalam layer kerja microsoft word di laptopmu.

Bagaimana kalau salah tulis, atau jelek sususan kalimatnya. Saya jawab; yang salah dan jelek itu bukan hasil ketikanmu. Tapi ketika kamu tidak pernah mulai menulis, takut jelek sususan kalimatnya, mengantuk saat berhadapan dengan layar laptop, capek memilih kata-katanya.

Pak, bagaimana caranya menulis?


Kalau menuruti kekhwatiran-kekhawatiran itu, saya sendiri yang tidak pernah menyelesaikan kuliah, dan asing dengan diksi-diksi ‘ilmiah’ , tentu tidak akan pernah membuat blog. Justru dengan riwayat pernah menjadi wartawan, saya harus meninggalkan istilah-istilah asing dan aneh bagi kalangan tertentu masyarakat. Sehingga isi berita atau tulisan bisa langsung dipahami oleh seluruh masyarakat dari seluruh latar belakang pendidikan, mulai kalangan awam hingga kalangan profesional.

Jangan sampai pembaca mengernyitkan jidat saat membaca berita, pilih kata-kata yang setiap hari digunakan masyarakat. Tidak sok menggunakan istilah asing, kalaupun terpaksa menggunakan penjelasan di belakang.

Disqus Comments